#BukaInspirasi BUKALAPAK #BisaJadi ALTERNATIF MONETISASI BUAT BLOGGER

#BukaInspirasi BUKALAPAK #BisaJadi ALTERNATIF MONETISASI BUAT BLOGGER

Dalam mencari uang lewat blog mayoritas blogger mengandalkan satu metode monetisasi: menjadi publisher jaringan iklan seperti program google adsense. Sekilas menjadi bagian dari jaringan iklan ini terlihat menguntungkan tapi kalau tidak sabar, tidak sedikit blogger yang mencari uang lewat internet mundur perlahan bahkan "pensiun" dari dunia per-blogging-an.

Tidak sekali dua kali saya menemukan blogger yang mengeluhkan trafik blog yang ia kelola mencapai ratusan pageview per hari namun pendapatannya melalui program Adsense tidak mencapai hasil yang ia inginkan. Banyak blogger yang juga publisher adsense itu bertanya di dalam grup-grup komunitas publisher adsense kenapa pendapat adsensenya cuman 100 rupiah atau kenapa yang klik iklan cuma 1 orang dari sekian ratus pengunjung dan lain sebagainya. Saya pun begitu bahkan hingga hari ini pendapatan blog buatblogger (yang kini beralamatkan web.kandra.id) tidak sebesar rekan-rekan blogger lain yang sudah rutin "gajian" dari google.

Memilih metode monetisasi konten selain menjadi bagian dari sebuah jaringan periklanan seperti menjadi menjual barang atau jasa yang dimiliki amat sangat jarang dilakukan seorang blogger. Padahal potensi pendapatan yang akan diterima oleh blogger yang betul-betul menjual produk yang dimiliki sendiri akan jauh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode monetisasi sebagai publisher adsense.




Pengalaman saya 2 tahun lalu sebagai pelapak di situs e-commerce Bukalapak mengajari saya hal tersebut. Dan saya sangat menganjurkan teman-teman dibeberapa grup publisher jaringan periklanan adsense agar mengikuti langkah drastis ini.

Menjadi pelapak bukan pilihan utama saya dalam blogging. Justru saya akhirnya membuka akun di bukalapak karena berkenalan dengan seorang pelapak di kantor. Teman baru saya ini malah sudah lama berjualan dengan menggunakan sistem bukalapak tersebut. Bisnis online yang menjadikan kami cepat beradaptasi satu dengan lainnya.

Pencapaian bisnis jualan saya lewat bukalapak ini menurut saya sangat sensasional. Per bulan omset yang ia dapatkan dari berjualan produk khusus menyasar industri agrobisnis lebih kurang sepuluh juta. Dan yang lebih hebat lagi pencapaian itu ia dapatkan dalam satu tahun setelah bergabung dengan salah satu startup Unicorn milik Indonesia tersebut.

Perbincangan kami tentang bisnis online yang kami jalani masing-masing akhirnya mem-#BukaInspirasi saya agar mencoba sesuatu yang baru yaitu: berjualan. Cuma saya bingung mau jualan apa?

Seperti yang banyak disarankan oleh praktisi bisnis teman saya pun bilang untuk memulai dengan mengikuti hobi. Dan itu yang saya lakukan.

Membuat Akun Pelapak di Bukalapak

Meskipun tidak bisa dibilang hobi juga saya memiliki kegemaran untuk membaca buku maupun artikel dari berbagai jenis kategori. Bahkan dari kegemaran membaca itulah saya kemudian bisa membuat dan mengelola beberapa blog dari 2010 hingga saat ini.

Dalam perjalanan mencari produk (baca:buku) yang bisa saya jual. Kebetulan saya melihat sebuah promosi untuk menjadi reseller sebuah judul buku di sebuah Grup Facebook. Berbekal sisa gaji bulan sebelumnya saya memulai "divestasi" bisnis online dengan membuka akun sebagai penjual buku di Bukalapak.

Produk pertama yang saya jual berjudul Catatan Indah Untuk Tuhan (CIUT) yang ditulis oleh seorang wirausahawan dan juga narasumber kepelatihan berwirausaha, Saptuari Sugiharto. Untuk menjual buku karya Saptuari saya membaca terlebih dahulu buku CIUT tersebut. Hal ini saya lakukan agar mendapatkan poin-poin yang akan saya promosikan untuk mengisi deskripsi produk di akun pelapak saya. Poin-poin yang saya catat tidak hanya saya gunakan untuk deskripsi produk tetapi juga sebagai bahan untuk postingan.

Setelah deskripsi produk di Bukalapak selesai dan diterbitkan bersamaan dengan postingan tentang produk tersebut kemudian saya mempraktekkan ilmu internet marketing yang selama ini saya gunakan untuk mendapatkan pengunjung dari Google, Bing maupun Yahoo.

Alur penjualan saya sederhana saja.

Saya membidik keyword brand yaitu Judul Buku dan Pengarang, saya melakukan riset kata kunci sebagaimana yang banyak bertebaran di google. Kata kunci yang saya dapatkan saya pilah-pilah berdasarkan intent dari pencari.

Didalam artikel saya berikan link ke akun Bukalapak saya. Letaknya variatif. Ada diawal konten, di tengah konten, dan diakhir konten. Pemilihan lokasi tersebut saya adaptasi dari artikel-artikel tentang bagaimana meningkatkan CTR Adsense. Jenis iklan yang saya gunakan tidak canggih. Hanya berupa anchor teks biasa dan juga gambar cover (ibaratnya banner iklan lah) dan sedikit isi dalam buku yang menurut saya akan menjadi click bait calon pembeli potensial.

Sederhana.

Bagaimana Hasil Eksperimen Saya Menjadi Pelapak?

Tantangannya sama saja dengan blogger yang berharap dapat sebuah klik iklan yang tayang. Namun menjadi pelapak baru justru lebih menantang. Kesulitan pertama yang harus dilewati adalah mendapatkan pembeli pertama. Menunggu agar produk bisa dibeli pertama kali itu rasanya lebih lama dibandingkan menunggu masa review kedua adsense.

Singkat cerita sebulan setelah artikel dan laman produk buku itu saya terbitkan (dan tentunya saya promosikan ke teman-teman di medsos yang saya miliki) saya pun mendapatkan penjualan pertama. Rasanya seperti mendapatkan nilai B dalam ujian skripsi. Lega, senang, termotivasi semua campur aduk dalam momen tersebut. Mendapatkan momen ini membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Jika saya mengikuti ketidaksabaran saya sendiri dalam berdagang untuk pertama kalinya mungkin sebelum penjualan pertama akun pelapak saya sudah ditutup.

Inilah manfaatnya memiliki teman yang juga mempunyai kegemaran dalam mejalan bisnis online. Teman saya yang memiliki akun pelapak, benih kita, kembali mem-#BukaInspirasi saya.

Jualan ya begitu. Tidak semudah membalik telapak tangan. Tidak begitu kita upload produk semenit kemudian ada orang yang mau membeli dari kita. Alasannya, trust. Mungkin ada calon pembeli dari artikel yang dibuat namun lapak baru butuh trust. Dan mendapatkan trust itu yang perlu dipelajari oleh seorang pelapak.

Orang mungkin tidak lagi khawatir berbelanja secara online dengan reputasi e-commerce Bukalapak. Sebagai startup yang memiliki visi untuk membantu para pedagang kecil untuk bertahan dalam persaingan pasar dengan perusahaan konglomerasi Bukalapak memiliki banyak bantuan untuk mempermudah penjualan para pelapak. Seperti pada event hari kemerdekaan Republik Indonesia yang lalu. Banyak diskon yang diberikan oleh Bukalapak agar pembeli  bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dan pelapak mendapatkan omset dengan  memanfaatkan  iven tahunan tersebut. Tapi trust untuk bertransaksi dengan pelapak baru seperti saya. Hal positif yang teman saya lakukan adalah mengingatkan bagaimana saya mampu bertahan bertahun-tahun mengelola blog yang tak kunjung menghasilkan per bulan melalui adsense. Ia mengingatkan apa yang memotivasi saya untuk bertahan dalam dunia blogging yang semakin berisik (semakin banyak blog baru dengan Niche sama yang bermunculan).

Maka saya bertahan dan seperti yang saya sampaikan diatas saya mendapatkan pembeli pertama setelah hampir satu bulan lamanya.

Setelah penjualan pertama tersebut menjual produk berikutnya pun semakin mudah.

Bukan satu hari satu produk dibeli orang ya, tapi lebih mudah bersabar untuk menunggu produk tersebut dibeli orang.

Meskipun tidak mendapatkan penjualan setiap hari, setelah hitung-hitung penjualan buku melalui bukalapak dengan melakukan promo melalui artikel di blog ternyata menghasilkan uang lebih besar dan lebih nyata ketimbang menjadi seorang publisher adsense. Dalam tiga bulan pertama saya berjualan buku saya mendapatkan omset satu juta rupiah, lebih baik dibandingkan harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan batas minimum pembayaran adsense 100 dolar Amerika.

My Current Lapak Status: CLOSED

Sekarang saya tidak lagi aktif sebagai pelapak di Bukalapak. Bukan karena saya sudah mendapatkan penghasilan adsense lebih dari 100 USD per bulan tapi lebih karena sudah membagi waktu untuk memenuhi janji pengiriman buku ke pembeli. Rutinitas sebagai karyawan kantor yang nyambi sebagai blogger plus pedagang membutuhkan kesehatan fisik dan juga waktu. Dua hal yang membuat saya harus memilih: berhenti blogging dan fokus dagang, atau berhenti dagang dan fokus blogging.

Sebenarnya ada pilihan ketiga.

Pilihan ketiga belum bisa saya terapkan. Apa itu? Mendelegasikan salah satu (blog atau lapak saya, pencaricerah) ke orang lain. Pilihan ini tidak hanya menyangkut trust kepada orang yang saya pilih tetapi trust dari calon pegawai saya tersebut kepada saya untuk rutin membayar jerih payahnya mengelola aset digital saya.

Tips Untuk Yang Baru Mulai Berdagang: Selain kesabaran, anda jangan terjebak dengan perang harga yang terjadi didalam ekosistem e-commerce. Jika anda mendapatkan ada pesaing yang menjual produk yang sama namun harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan produk Anda sendiri jangan ikut-ikutan untuk menurunkan harga. Efeknya akan negatif untuk kelangsungan bisnis online anda. Untuk lebih lengkapnya coba saja baca pemikiran teman saya, bang izal, praktisi yang berpengalaman yang membahas fenomena perang harga di platform e-commerce.

Semoga pengalaman saya mem-#BukaInspirasi buat blogger yang sedang kesulitan mendapatkan penghasilan melalui blog dengan menggunakan Adsense.

Share this:

Disqus Comments