Skip to main content

KONFIGURASI APACHE DAN CONTROL PANEL XAMPP SELAIN PORT 80

KONFIGURASI APACHE DAN CONTROL PANEL XAMPP SELAIN PORT 80

Bagaimana caranya melakukan konfigurasi apache pada control panel xampp? Pertanyaan ini menghantui saya beberapa bulan belakang karena aplikasi xampp portable yang saya unduh tidak bisa berjalan karena diblok oleh proxy kantor.

Setelah berbulan-bulan saya belum menemukan bagaimana mengakali konfigurasi apache pada control panel xampp hari ini akhirnya saya berhasil menginstal xampp dan menjalankan Apache di localhost atau dengan menggunakan ip address 127.0.0.1. Awalnya saya merasa frustasi tidak bisa belajar lebih lanjut mengenai server karena kompi dikantor dipasangi antivirus dan proxy yang membuat saya tidak bisa leluasa untuk mengupdate tulisan baik yang selfhosting (pakai wordpress) maupun yang menggunakan blogger.

Aplikasi XAMPP ini sudah lama menjadi jalan para developer dan novice website untuk mengembangkan sebuah website. Saya sendiri sudah lama menggunakan XAMPP untuk belajar ngeblog dengan menggunakan wordpress self host beberapa tahun yang lalu.

Berhubung saya berencana untuk menggunakan layanan virtual private server di masa mendatang jadilah saya kembali mendownload aplikasi yang dapat digunakan secara gratis ini di kompi. Ternyata setelah lama tidak menggunakan aplikasi untuk lokalhost ini, saya baru tahu kalau aplikasi XAMPP yang saya gunakan bisa digunakan dalam flashdisk berukuran 8 Gb atau lebih.

Oke sedikit pengalaman saya menggunakan aplikasi pengembangan web dari bitnami ini.

XAMPP memiliki hampir semua yang dibutuhkan untuk mengelola sebuah server. Kalau di blogger kita tidak diberikan akses untuk mengutak-atik server dan di layanan shared hosting kita mendapatkan setingan server sama untuk semua klien yang berada di paket layanan yang ditawarkan maka solusi untuk lebih bebas dalam modifikasi dan optimasi website adalah menggunakan VPS.

Namun tentunya sebelum terjun langsung akan lebih baik jika kita lebih mengenal dulu bagaimana cara pengoperasiannya. Apache contohnya. Software open source untuk mengelola server ini banyak yang menggunakannya. Setidaknya dari pengalaman saya berguru pengelolaan wordpress dengan bantuan google, software yang bisa digunakan tanpa bayar sama sekali ini selalu disebutkan.

Nah ini masalah yang saya hadapi.

Jadi ketika saya berhasil mengunduh dan menginstal aplikasi XAMPP ke USB Sandisk 8 GB yang saya miliki, tantangan pertama yang saya dapatkan adalah mencari cara mengaktifkan aplikasi apache di control panel xampp.

Dulu ketika saya menggunakan aplikasi xampp untuk belajar menggunakan wordpress, saya menggunakan laptop sendiri. Sekarang berhubung laptop yang saya gunakan sudah balik ke tuannya (laptop pinjeman hehehe…) mau tidak mau saya menggunakan komputer kantor. Ketika saya menjalankan program xampp dan memulai proses apache untuk menginstal wordpress secara manual, saya mendapatkan pesan kesalahan panjang “…configure Apache and the Control Panel to listen on a different port”. Inti yang saya tangkap dari pesan error tersebut saya harus menggunakan port berbeda untuk menjalankan apache xampp.

Karena betul-betul novice di bidang server pun apache maka jadilah saya tidak menggunakan xampp untuk belajar wordpress. Alih-alih xamp saya menggunakan instantwp, sebuah program kecil yang hampir sama fungsinya dengan xampp.

Hanya saja aplikasi instantwp ini memiliki kekurangan. Yaitu saya tidak bisa menggunakan plugin woocommerce. Jadi sudahlah saya pun akhirnya memuaskan diri dengan membuat postingan yang seo friendly dengan menggunakan plugin yoast.

Baru-baru ini saya pun kembali penasaran bagaimana caranya mengkonfigurasi port berbeda untuk Apache dan Control Panel XAMP agar bisa berjalan dengan semestinya. Dengan menggunakan netstat xamp saya melihat kalau port 80, yang biasa digunakan oleh server untuk mengakses sebuah website, sudah terisi. Port default ini akan digunakan oleh sistem. Setidaknya begitu keterangannya. Entah sistem komputer atau sistem jaringan saya masih belum jelas.

Saya pun googling dengan menggunakan kata kunci how to configure Apache and the Control Panel to listen on a different port dan tertambat di forum stackoverflow. Karena saya tidak bisa akses stackoverflow saya manfaatkan google quick answer.

Dalam thread stackoverflow https://stackoverflow.com/questions/11294812/how-to-change-xampp-apache-server-port saya harus mengkonfigurasi ulang port komputer agar tidak tumpang tindih. Dalam cuplikan jawaban permasalahan yang saya dapatkan itu saya harus merubah Main Port apache. Cara merubahnya adalah mengganti port default di control panel xamp dari 80 ke 8012 atau 8013. Tapi hasilnya tetap saja aplikasi apache xampp tidak juga berjalan dan kembali pesan configure Apache and the Control Panel to listen on a different port muncul.

Saya kemudian mencoba untuk menggali lebih jauh perihal mengubah port localhost. Cara yang belum pernah saya lakukan selama ini adalah mengubah file httpd.conf. Orang awam seperti saya pastinya tidak pernah mengganggu isi dalem dari file konfigurasi tersebut. Hanya saja setelah saya baca-baca lagi artikel terkait dengan konfigurasi ulang Apache dan control panelnya akhirnya saya mendapatkan jawaban (baca:hipotesa). Jadi saya pun menduplikat file httpd.conf yang akan dimodifikasi. Jaga-jaga jika modifikasi terhadap file konfigurasi apache berjalan tidak seperti yang diinginkan maka kita bisa balikin ke keadaan semula.

(hmm… mirip prinsip asuransi. Eh ngelantur)

Kemudian saya melihat ada sebuah perintah bernama Listen yang berisikan port 80 (port default lokal host). Dari readme file httpd.conf tersebut saya menangkap kalau perintah Listen berfungsi untuk mengikat apache ke sebuah alamat ip/port yang telah ditentukan dan karena port tersebut sudah digunakan oleh sistem lain (di intranet perusahaan) maka saya pun mencoba untuk menambahkan angka 1 (satu) dibelakangnya.

Jadi hasil modifikasi saya di file httpd.conf adalah Listen 801

Setelah menyimpan perubahan terhadap port 80 tadi. Saya pun kemudian menekan tombol start apache.

Hasilnya server apache yang berjalan melalui control panel xamp bisa digunakan. Untuk mengakses localhost saya masih tidak bisa mengetikkan http://localhost tetapi harus menggunakan ip address 127.0.0.1:801. Setidaknya saya sudah bisa menjalankan apache dengan port yang berbeda.

Jadi kesimpulannya:

Jika Anda menggunakan xampp untuk belajar website dengan wordpress di komputer tanpa internet, ubah dulu port 80 yang ada di dalam file httpd.conf. Setelah itu baru anda mengubah Main Port Apache di Control Panel dengan port yang ditambahkan tadi.

Share this:

Open Comments