Skip to main content

Kecepatan Web & Hosting, 2 Kunci Sukses Proyek Website

Kecepatan Web & Hosting, 2 Kunci Sukses Proyek Website

Membuat proyek pribadi sebagai investasi di masa depan merupakan tujuan saya memulai aktifitas ngeblog.

Siklus seorang karyawan yang saya perhatikan dari orang-orang terdekat saya membuat saya memutuskan untuk memulai proyek membangun blog yang lebih serius mulai saat ini juga.

Rasanya saya tidak sanggup memulai kehidupan sebagai seorang pensiunan setelah melihat bagaimana kebingungan ayah mertua saya ketika pensiun dari salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.

Rutinitas yang dilakukannya otomatis berubah. Dari harus berangkat pagi-pagi sekali (setelah shalat subuh) dengan segala keriwehannya menjadi kehidupan santai dan tak memiliki ritme.

Seminggu. Itu waktu yang saya catat berapa lama nikmatnya kehidupan pensiunan yang dialami oleh mertua. Minggu kedua beliau mulai resah karena ada yang hilang dibalik rutinitas yang biasa beliau kerjakan.

Pun begitu dengan Ibu saya. Setelah pensiun dari rumah sakit tempat ia bekerja selama puluhan tahun. Minggu beliau mulai mencari-cari rutinitas baru pengganti kesibukannya yang telah berlangsung puluhan tahun.

Kadang kita merasa pekerjaan yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari tidak akan hilang hingga waktu yang mengingatkannya. Begitu rutinitas tersebut hilang dan tak ada pengganti kita seperti tidak utuh lagi menjalani kehidupan.

Dari pengalaman orang-orang terdekat saya tersebut saya mulai mempelajari bagaimana mempersiapkan masa ketika kantor, yang mempekerjakan saya saat ini, menyatakan tenaga saya tidak dibutuhkan lagi dan terima kasih atas segala kerja kerasnya selama ini.

Ngeblog merupakan salah satu cara saya mempersiapkan kedatangan hari-hari tersebut.

Untungnya (walaupun telat) saya sudah menekuni aktifitas menulis dengan media blog ini sejak tahun 2008. Meskipun blog saya tidak begitu terkenal dan menghasilkan sebagaimana para pendahulu saya sudah merasakannya, saya tetap berusaha agar aktifitas blog yang awalnya sekedar ikut-ikutan menjadi sebuah bisnis kecil-kecilan.

Ada banyak uang dan waktu yang saya luangkan untuk aktifitas blogging ini. Membeli domain misalnya.

Kompetisi untuk mendapatkan kepopuleran dan kesuksesan proyek blog yang saya rintis semakin hari semakin bertambah. Portal Detik mengutip laporan dari verisign mencatat hingga tahun 2017 jumlah alamat situs internet didunia sebanyak 330,7 juta (sumber: https://inet.detik.com/cyberlife/d-3780187/jumlah-alamat-situs-internet-di-dunia-turun-jadi-3307-juta). Jumlah ini berkurang dari sebelumnya sebesar 634 juta di tahun 2013 (https://inet.detik.com/cyberlife/d-2147888/pengguna-internet-24-miliar-jumlah-situs-tembus-634-juta).

Jadi untuk mendapatkan alamat website yang brandable alias gue banget, menjadi sangat sulit. Contohnya blog pribadi saya yang beralamatkan di kandra.id. Sebelum PANDI mengumumkan penjualan domain negara Indonesia (.ID baca: dot Ai Di) saya kesulitan untuk mendapatkan alamat website dengan nama sendiri. Kalau tidak salah baru di tahun 2017 ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan program 1 juta domain ID dengan bekerjasama dengan PANDI dan web hosting Indonesia lainnya, saya baru mendapatkan nama domain yang saya inginkan.

Singkatnya: Jika Anda saat ini memiliki nama untuk bisnis online, segera cek ketersediaannya melalui web hosting seperti dewa web. Jangan sampai seperti saya, harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan nama domain yang saya inginkan. Apalagi jika ada promo untuk mendapatkan domain murah segera saja amankan daripada Anda menyesal dan harus bersusah payah mencari nama lainnya.

Apakah setelah mendapatkan nama domain yang diinginkan maka anda akan langsung bisa sukses?

Sayang sekali tidak.

Meskipun terjadi pengurangan dalam hal pendaftaran domain baru menurut laporan Verisign terbaru yang disampaikan detik diatas, kompetisi untuk mencapai kesuksesan sebuah website semakin bertambah. Salah satu tolok ukur kesuksesan menurut saya adalah perkembangan blog itu sendiri melalui banyaknya pengunjung yang datang ke blog melalui mesin pencari.

Agar blog bisa menjadi bisnis di masa depan mendapatkan kunjungan organik itu belum cukup.Tapi itu Ada indikator lain yang harus ditambahkan menurut Neil Patel. Indikator tersebut adalah berapa banyak pengunjung yang datang ke blog kita dan kemudian memberikan emailnya secara sukarela untuk mendapatkan penawaran langsung dari kita sendiri maupun dari brand yang menggandeng kita untuk bekerja sama.

Saya masih tertahan pada level ini. Dari ratusan kunjungan yang didapat oleh buatblogger maupun kandra.id, yang mendaftarkan email untuk mendapatkan postingan terbaru dari saya sangat sedikit.

Penyebabnya mungkin karena saya tidak menawarkan hal lain seperti template gratis, ebook maupun webinar.

Jujur saja saya bingung mau ngasih apa ke pengunjung. Toh saya hanya newbie dalam dunia blogging ini.

Menjelang munculnya inspirasi untuk memberikan the real useful value freebies, saya berencana untuk memindahkan buatblogger.net dari platform blogger ke wordpress.

Neil Patel menganggap platform blogger yang saya gunakan saat ini hanya untuk para hobbyist bukan pebisnis. Mereka yang betul-betul berniat untuk bisnis pastinya akan berinvestasi lebih. Tak sekedar membeli sebuah domain tetapi juga menyewa sebuah hosting.

Kenapa?

Alasannya karena hosting sendiri lebih bebas berekspresi dan membuat fitur dibandingkan dengan menggunakan platform blogger.

Contohnya jika saya ingin membuat sebuah fitur toko untuk menjual barang. Dari pengalaman saya membuat toko online dengan blogspot, ada banyak hal yang masih harus ditambahkan. Menggunakan blogspot untuk toko online tidak akan membuat flow transaksi menjadi otomatis.

Hal ini yang membuat software Wordpress menjadi rekomendasi oleh banyak praktisi internet marketer seperti Neil Patel.

Dengan menggunakan Wordpress kita bisa membuat flow toko online mendekati kemiripan flow seperti situs ecommerce tokopedia dan bukalapak. Hanya saja penggunaan plugin Woocommerce atau plugin lain membutuhkan banyak sumber daya.

Plugin membantu, tetapi juga membuat website menjadi lebih berat. Dan plugin woocommerce adalah salah satu plugin yang memerlukan banyak sumber daya komputer (baca: server) dan database. Menurut teman saya yang menggunakan wordpress di komunitas IAPD.

Dalam sebuah diskusi di komunitas tersebut dengan topik wordpress, salah satu rekomendasi dari yang telah menggunakan wordpress sebagai software untuk websitenya adalah meminimalkan penggunaan plugin.

Jadi jika sudah siap untuk berjualan dengan plugin woocommerce, plugin lain mesti dikorbankan agar tidak membuat server menjadi lambat prosesnya. Alasannya: Kalau proses di server sudah lambat, loading situs pun akan terkena dampaknya. Dengan kata lain situs menjadi susah untuk diakses oleh pengunjung.

Jika pengunjung banyak yang susah mengakses situs kita, dampak lain adalah pengurangan rangking di mesin pencari seperti google.

Setidaknya ada beberapa indikasi yang digunakan oleh mesin google untuk menentukan sebuah website atau halaman website berada di halaman pertama hasil pencarian. Namun yang paling menentukan adalah bounce rate. Istilah bounce sendiri menunjukkan ada berapa banyak orang balik lagi ke halaman pencarian google setelah mengunjungi situs yang dirujuk oleh Google.

Misal: Ada seseorang yang mengetikan cara mendapatkan domain .com gratis selamanya di situs pencarian google. Kebetulan ada artikel www.buatblogger.net yang muncul di halaman pertama (bahkan di urutan teratas). Orang yang mencari tersebut kemudian mengikuti URL yang diberikan google dan berkunjung ke salah satu artikel blog. Tetapi karena satu dan lain hal orang tersebut kemudian balik kembali bahkan mungkin sebelum website buatblogger.net tampil seutuhnya.

Kejadian ini yang dinamakan bounce.

Ada banyak alasan yang bisa mengakibatkan seorang pengunjung blog yang berasal dari Google balik lagi ke hasil pencarian. Alasan pertama adalah konten. Apa yang dicari tidak ditemukan didalam laman website. Jadi pengunjung balik lagi ke google untuk mencari apa yang dia inginkan.

Alasan kedua: karena loading website yang lama sehingga seseorang habis kesabarannya jadi lebih baik mencari ditempat lain dibandingkan di website kita. (Dalam contoh ini pengunjung beralih dari buatblogger.net)

Alasan ketiga: Karena kebanyakan dari pengunjung blog bukan membaca tetapi skimming. Membaca dengan cepat.

Makanya saya menjadi banyak mempertimbangkan perusahaan web hosting yang akan membantu untuk mengurangi resiko-resiko yang sudah terbaca diatas.

Teman saya menyarankan untuk menyewa ruang hosting di dewa web untuk proyek idealis saya ini. Beliau pemilik dan pengelola website informasi bisnis marketingjoss.com. Sudah cukup lama juga situs tersebut di dewaweb dan teman saya tersebut puas dengan produk hosting dan after sales tim dewa web.

Dewa web sendiri pernah mengadakan lomba untuk komunitas IAPD dengan hadiah paket hosting plus domain gratis untuk anggota IAPD. Sayang sekali saya tidak ikutan pada lomba tersebut karena tidak menyalakan notifikasi.

Server di dewa web menggunakan teknologi Intel Xeon Gold.

Selain itu dewa web juga menjadi platinum partner software server Litespeed. Software ini konon kabarnya akan membuat website tampil lebih cepat dibandingkan software server yang banyak digunakan perusahaan web hosting saat ini, Apache. Bagi penggua server Apache yang ingin pindah (baca: menggunakan) Litespeed malah lebih mudah menurut CEO Dewa Web Edy Budiman. Berbicara di even Wordpress Camp Jakarta tahun 2018 lalu, Edy menyebutkan jika perintah-perintah yang biasa ditemukan di Apache Web Server bisa digunakan di software LiteSpeed.

Untuk lebih lengkapnya informasi mengenai teknologi dewa web yang menunjang website coba simak saja video dibawah



Teknologi cloud hosting yang kini sepertinya menjadi trend di industri digital juga ditawarkan oleh perusahaan yang berkantor di Jakarta Barat tersebut. Teknologi cloud hosting kalau yang saya baca-baca merupakan solusi dari resiko sebuah website tidak bisa diakses karena trafik melonjak secara tiba-tiba. Cloud hosting tidak menggunakan satu server untuk menampung lonjakan pengunjung tersebut tetapi menggunakan beberapa server yang tersebar agar ketika satu down yang lain bisa backup.

Google sendiri sepertinya menggunakan cloud hosting untuk blogger.com. Kalau biasanya saya melihat satu ip address yang harus ditambahkan di DNS record management, ketika melakukan custom domain blogspot setidaknya ada 4 ip address dalam A Record blogspot yang harus kita tambahkan selain Cname record. Kemungkinan itu yang menyebabkan blogspot bisa tangguh dalam menangani traffik.

Tulisan tentang Kunci Sukses Website saya cukupkan dulu disini. Masih banyak pengetahuan tentang website yang harus saya siapkan untuk mempersiapkan migrasi dan juga modal pensiun saya nanti.

Share this:

Open Comments